Kebijakan Global

Cegah Penyelundupan Narkoba, Bea Cukai Indonesia – Malaysia Bekerja Sama

logo bea&cukai
Bea Cukai

Batam Bea dan Cukai Indonesia menjalin kerja sama dengan Bea Cukai Malaysia dalam hal pencegahan penyelundupan narkotika dari dan ke dua negara. Akhir-akhir ini banyak terjadi penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia.

“Untuk itu kerja sama ini dijalin, untuk penegakan hukum,” ujar Thomas Sugijita, Direktur Jendral Bea dan Cukai Indonesia, di Batam, Selasa (3/8) siang.

Thomas Sugijita mengatakan bahwa bea cukai kedua negara juga sepakat mengadakan saling tukar menukar informasi dalam mengantisipasi penyelundupan narkotika dari dan ke dua negara.

Dalam pertemuan bilateral perwakilan bea cukai dari kedua negara itu, perwakilan masing-masing negara mempresentasikan modus operandi penyelundupan narkotika di masing-masing negara.

“Ternyata, modus operandinya sama. Misalnya, ada orang dari Timur Tengah mengirim narkoba menggunakan jenis tas yang sama ke Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Selain kerja sama penegahan (pelarangan/antisipasi) penyelundupan narkoba, Bea Cukai kedua negara juga membahas kerja sama pergerakan barang transit dan surat keaslian barang dalam skema “Free Trade Agreement”.

“Masalah ini merupakan isu penting, mengingat volume perdagangan antara Indonesia dan Malaysia semakin meningkat secara berkesinambungan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Pengarah “The Royal Malaysian Custom Departement” Dato` Sri Haji Sri Haji Ibrahim bin Haji Jaapar mengakui ketidaktersediaan fasilitas pemindai sinar X (“X-ray”) di beberapa pelabuhan Malaysia akan dapat dimanfaatkan penyelundup untuk mengirimkan barang terlarang.

“Maklumat Indonesia untuk pengadaan x-ray akan kami perhatikan,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah Malaysia sedang melengkapi seluruh pelabuhannya dengan perlengkapan yang dibutuhkan, seperti sinar “x” (x-ray).(Ant)