Berita Nasional Kebijakan Daerah

Cegah NAPZA Masuk NTT, BNN Kupang Beri Perhatian Pada ABK

BNN

Kupang – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang memberi perhatian khusus pada awak kapal dan pesawat terbang di setiap pintu kedatangan guna mencegah perlintasan narkotika dan obat-obat terlarang di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kru pesawat dan ABK dari setiap armada pelayaran serta travel antarnegara seperti ke Timor Leste, akan menjadi target operasi BNN Kota Kupang,” kata Kepala BNN Kota Kupang Dominggus Sarambu di Kupang, Kamis (21/7).

Sarambu mengatakan, pemeriksaan terhadap kelengkapan serta barang bawaan kru setiap armada di setiap pintu masuk tersebut, dilakukan secara berkala bersama-sama Badan Narkotika Provinsi NTT, aparat Polda NTT, Polresta Kupang serta para petugas pelabuhan baik laut, udara maupun di terminal kedatangan bus.

Menurutnya, Kota Kupang secara geografis memiliki posisi yang sangat strategis di selatan Indonesia, dan merupakan pintu masuk selatan bagi pendatang dari Australia dan Timor Timur serta dari daerah-daerah di dalam negara Indonesia sendiri.

Sarambu juga menambahkan penting bagi BNN Kota Kupang untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap pelintasan dan di setiap pintu masuk yang ada, baik terhadap penumpangnya maupun terhadap awaknya.

Dikatakan, Kota Kupang saat ini sudah menjadi target lokasi pengedar yang paling aman dan paling menjanjikan bagi kelompok jaringan pengedar tingkat dunia, sehingga penting bagi setiap komponen masyarakat di Kota Kupang untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan itu.

Tanggung jawab untuk menjaga tetap sterilnya wilayah Kota Kupang dari upaya jaringan pengedar narkoba, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama, sehingga sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat patut ditingkatkan dan dijaga demi tetap terjaga kondisi tersebut.

Sosialisasi dan pengawasan, juga terus dilakukan di sejumlah sekolah dan di sejumlah titik wilayah kelurahan yang dianggap paling rentan terhadap pengaruh narkoba tersebut.

Siswa dan pelajar sekolah, adalah kelompok masyarakat yang paling rentan dan paling mudah terpengaruh untuk melakukan dan menikmati narkotika dan obat-obat terlarang, jika tidak dikontrol secara baik dan saksama baik oleh guru, orang tua maupun masyarakat lainnya.

“Kadang-kadang karena pergaulan, pengaruh kuat narkoba bisa merasuk para siswa dalam kondisi yang masih labil secara psikologis,” kata dia. (Ant/Gen)