Berita Internasional

Buntut Tewasnya Wartawan, Media Ajukan Surat Kepada Kartel Narkoba

bend Meksiko
Meksiko

Ciudad Juarez – Editorial media yang ditujukan kepada para pemimpin atau gembong narkotika di Ciudad Juarez merupakan bentuk rasa putus asa dari media setempat atas tidak berfungsinya sistem keamanan negara sejak Presiden Filipe Calderon berkuasa.

Tewasnya dua wartawan media setempat dalam dua tahun belakangan ini telah membuat media tidak “mempercayai” pemerintah Meksiko lagi.

Ciudad Juarez merupakan salah satu pintu masuk beragam jenis narkotika dari Meksiko ke Amerika Serikat.

Berikut petikan surat editorial tersebut:
“Para pemimpin organisasi-organisasi yang bersengketa untuk menguasai Ciudad Juarez:

Kematian dua reporter dari perusahaan media ini dalam kurun waktu dua tahun telah mewakili sebuah kepedihan yang tak bisa dipulihkan oleh kami semua yang bekerja di sini, dan khususnya keluarga mereka.

Anda berdua saat ini, sosok adalah yang berwenang secara de facto di kota ini, karena intitusi resmi tak mampu menjaga kolega kami dari penderitaan.
Negara sebagai pelindung hak warga negara, dan dengan demikian termasuk media, telah tiada.

Kami meminta Anda untuk menjelaskan apa yang Anda inginkan dari kami, dan apa yang seharusnya boleh kami siarkan dan tidak, sehingga kami tahu apa yang akan terjadi.

Bahkan dalam perang pun ada aturan, ada protokol atau jaminan dan kedua pihak bertikai memikul tanggung jawab menjaga integritas jurnalis yang meliput perang.

Kami tak ingin ada lagi korban luka atau bahkan intimidasi. Mustahil bagi kami menjalankan peran kami di tengah kondisi seperti ini. Jadi, beritahu kami, apa yang Anda harapkan dari kami sebagai media?

Ini bukan penyerahan diri. Ini juga bukan berarti kami mengehntikan pekerjaan yang telah kami bangun. Sebaliknya ini adalah permohonan kepada mereka yang memegang kekuasaan di kota ini, agar menghargai nyawa mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk melaporkan”.

Negara telah mati, adalah ungkapan kekecewaan media setempat atas program War on Drugs yang giat dilancarkan presiden Meksiko sejak ia berkuasa pada 2006 silam.

Sebuah laporan dari Komite Perlindungan Jurnalis yang berbasisi New York menyebutkan dalam empat tahun terakhir sedikitnya 22 jurnalis tewas, 7 hilang dan belasan lainnya terpaksa harus mengungsi ke negara lain.(Ant)