Berita Nasional HIV/AIDS Kebijakan Nasional Kegiatan

Bukan Hanya Penasun Yang Butuh Harm Reduction

Yogyakarta – Perjalanan regulasi program pengurangan dampak buruk penggunaan napza atau Harm Reduction menjadi topik diskusi dalam salah satu sesi presentasi oral  di Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV 2011 di Yogyakarta-DIY.

Empat narasumber menyampaikan presentasi mengenai Layanan Alat Suntik Steril (LASS), Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM), Buprenorfin dan Akuntabilitas Keuangan dalam Program Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM).

Dalam proses diskusi dibahas tentang akses layanan yang diperuntukkan bagi pecandu dan pengguna napza.

“Pilihan rawatan bagi pengguna napza harus dibuka seluas-luasnya, karena kita tidak lagi membahas tentang program layanan pengurangan dampak buruk pada pengguna napza suntik (penasun), namun pada semua pengguna napza di Indonesia,” ujar Mashadi, salah satu pembicara.

Dari diskusi ini disimpulkan beberapa hal terkait pelaksanaan program Harm Reduction di Indonesia. Selain tentang perlunya regulasi Buprenorfin, program juga diharapkan berkembang mengikuti pola penggunaan napza dan kebutuhan pengguna napza di Indonesia.

“Program Harm Reduction juga seharusnya berorientasi pada kebutuhan pengguna napza, bukan hanya kebutuhan proyek semata,” ujar moderator pada pembacaan kesimpulan di akhir sesi. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *