Peristiwa

BNP Jatim Usulkan Perubahan Menjadi Lembaga

Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur

Surabaya – Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyebutkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan instansi vertikal, Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Timur  mulai berbenah untuk mengikuti aturan tersebut.

Ketua BNP Jawa Timur, Roetji Harjanto menyatakan bahwa tidak mungkin keberadaan BNP akan dipertahankan. Pemerintah provinsi Jawa Timur telah mengajukan usulan revisi pada DPRD setempat.

“Usulan revisi yang diajukan adalah tentang perubahan bentuk BNP menjadi sebuah lembaga,” ujar Roetji pada Rabu (20/7).

Selain perubahan dari Badan menjadi Lembaga, usulan ini juga termasuk perubahan anggaran menjadi bagian dari APBD 2012 serta pergantian nomenklatur.

Selanjutnya Roetji memaparkan tentang fungsi dan kegiatan BNP yang selama ini sudah berjalan. BNP bukan lembaga yang menangkap dan memeberikan hukuman pada pengedar atau pengguna NAPZA.

“Selama ini kegiatan BNP cenderung memberikan pencerahan kepada masyarakat, termasuk didalamnya sosialisasi dan diskusi mengenai seputar bahaya narkoba,” lanjutnya.

Roetji mengakui, bahwa hingga saat ini pihaknya tidak memiliki data korban narkoba di wilayah Jawa Timur. Hal ini karena banyak korban narkoba yang tidak melapor kepada BNP.

“Paling tidak, berdirinya BNP selama ini dapat menekan angka korban peredaran narkoba dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan,” tambahnya.

Terkait desakan sejumlah anggota DPRD Jatim yang menginginkan BNP dibubarkan, dia menyatakan tidak setuju. Selama ini, BNP meyerahkan laporan keuangan secara rutin kepada Komisi A DPRD Jawa Timur. Anggaran untuk BNP dari APBD 2011 sebesar 92 miliar rupiah.

“BNP tidak dapat dibubarkan begitu saja, dan harus ada alasan yang jelas. Apalagi berdirinya BNP sudah dimasukan dalam perda yang notabene disahkan oleh dewan,” katanya. (AM/IH)

One thought on “BNP Jatim Usulkan Perubahan Menjadi Lembaga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *