Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan

BNNP: Petugas Kesehatan Harus Proaktif Mempelajari Aturan Dalam IPWL

Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengimbau para pengguna napza untuk melapor pada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah ditunjuk pemerintah melalui Surat Keputusan (SK) Kementrian Kesehatan.

Untuk wilayah Semarang dan sekitarnya baru tiga institusi yakni RS Kariadi, RS Gondohutomo, dan Puskesmas Poncol. “Rencana kegiatan kami kedepannya adalah terus melakukan sosialisasi, mengajak para pengguna untuk mendaftar IPWL, dan bagi yang ingin berhenti kami merujuk untuk rehabilitasi di Lido,” ujar Penanggungjawab Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi BNNP Jateng, Winarti saat ditemui NapzaIndonesia.com Rabu (25/4).

Menurut Winarti, institusi dan petugas kesehatan agar lebih pro aktif membaca petunjuk pelaksanaan termasuk penyediaan kartu pasien yang bisa diakomodir institusi kesehatan.

“Aturan-aturannya sudah ada, seharusnya petugas kesehatan yang sudah dilatih lebih pro-aktif membaca isi dari peraturan pemerintah yang sudah ada,” imbuhnya.

Mengenai penangkapan pengguna napza yang selama ini terus terjadi, Winarti mengakui bahwa pihaknya belum sampai pada rencana sosialisasi kepada hakim dan jaksa terkait dengan vonis rehabilitasi. Ia memandang bahwa praktisi hukum harusnya mencermati juga isi dari Undang-Undang Narkotika nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Disitu sudah ada ketentuan tentang vonis rehabilitasi. Jadi sebaiknya para pengguna ini direhabilitasi. Namun di sisi lain, peredarannya juga harus dicegah. Jangan sampai pengguna diobati, namun pengedarnya tidak ditangani,” imbuhnya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *