Berita Lembaga Berita Nasional Data Kebijakan Nasional Kegiatan

BNN: Waspadai 14 Jenis Narkotika Baru

Semarang – Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (15/6) mengatakan sedikitnya terdapat 14 jenis narkotika baru yang beredar di masyarakat.

Narkotika jenis baru ini berasal dari para bandar yang mempekerjakan ahli farmasi untuk membuat obat baru dengan efek yang sama dengan narkotika.Pembuatnya menggunakan bahan-bahan ilegal dalam meracik obat baru seperti narkotika.

“Di dunia sekarang ditemukan 251 jenis narkotika baru, di Indonesia belum parah, namun di negara lain ada yang samapai ditemukan 50 jenis narkotika baru, namun ini semua harus diwaspadai,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol. Anang Iskandar, Sabtu (15/6).

Narkotika jenis baru ini mudah ditemui, meskipun nama dan bahan racikannya beda namun sifatnya sama sebagai obat anti-depresan, halusinogen dan stimulan.

“Meski baru dan penggolongannya belum dimasukan kedalam undang-undang, namun aparat penegak hukum dapat memutus bersalah kepada para pelakunya,” terang Anang Iskandar usai memberi arahan kepada jajarannya di kantor BNNP Jateng, Sabtu (15/6).

Anang Iskandar mencontohkan kasus Ratu Ekstasi tahun 1990an, Zarima, yang membawa obat-obatan berbahaya.

“Zarima divonis tahun 1996, sementara Undang-Undang Narkotika baru disahkan pada tahun 1997.” papar Anang Iskandar.

Anang Iskandar juga menjelaskan bahwa pihaknya akan mengusulkan revisi Undang-Undang narkotika, guna memasukkan narkotika jenis baru tersebut.(SM/Gen)