Berita Nasional Peristiwa

BNN Tangkap Kurir yang Dikendalikan Napi di Sumatera

BNN
BNN

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita 17,4 kilogram sabu dan 824,5 kilogram ganja yang diselundupkan melalui kapal nelayan di daerah Sumatera Utara. Penyelundupan barang haram tersebut dilakukan oleh empat kurir yang dikendalikan oleh dua napi di sebuah lapas di Medan.

Kepala Sub Direktorat Narkotika Kimia, BNN, Kombes Sriana, mengatakan, salah satu napi yang mengendalikan adalah bandar yang memesan sabu kepada bandar di Malaysia. Napi tersebut ditangkap Polda Metro Jaya pada tahun lalu karena terbukti menyelundupkan enam kilogram sabu dan divonis hukuman seumur hidup. “Salah satu napi ini pernah tinggal di Malaysia 15 tahun, jadi dia kenal dengan bandar itu. Sebelumnya kedua napi ini ditahan di rutan, tapi setelah vonis salah satunya dipindahkan ke lapas,” ujar Sriana di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (7/1).

Namun Sriana enggan menyebutkan identitas kedua napi tersebut. Menurutnya, meski dipenjara di tempat berbeda, kedua napi itu berkomunikasi untuk menyelundupkan sabu tersebut.

Ia mengungkapkan sabu tersebut dibawa dengan kapal nelayan oleh dua kurir yakni DG (36) dan SD (40)menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Klang, Malaysia, menuju Ujung Kubu, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

“Saat sampai di tepi sungai Ujung Kubu, petugas BNN kemudian langsung menangkap mereka pada 18 Desember lalu. Rencananya sabu itu akan diangkut menggunakan sepeda motor matic tanpa ditutup apa pun,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengembangan, BNN kemudian menangkap dua kurir lainnya yakni SA (23) dan BZ (40). SA ditangkap saat akan menerima paket sabu itu dari DG dan SD, di Jalan Mansyur, Padang Bulan Selayang, Medan Selayang, Medan.

Rencananya SA akan menyerahkan paket sabu itu kepada BZ di Deli Serdang, Medan. Keempatnya diketahui sama-sama dikendalikan dua napi yang mendekam dalam tahanan tersebut.

Sementara penyelundupan 824,5 kilogram ganja dari Aceh ke Jakarta dilakukan oleh sopir dan kernet truk, AP (58) dan AM (35), yang menyelundupkan ganja di Jalan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Ganja tersebut disembunyikan dalam lantai bak truk dan ditutup menggunakan potongan-potongan balok kayu.

Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi, mengaku, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menangkap bandar yang memasok ganja tersebut. Dari keterangan tersangka, kata Slamet, AP selaku sopir truk memperoleh upah Rp 30 juta, tetapi baru menerima Rp 20 juta. Sementara AM dijanjikan upah oleh AP sebesar Rp 3 juta.

“Untuk kasus ganja kita masih lakukan penyelidikan untuk menangkap bandarnya,” imbuh Slamet.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2 ) Jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau maksimal hukuman mati.(BeritaSatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *