Berita Nasional Peristiwa

BNN Tangkap Bripka AM di Sebuah Hotel

BNN
BNN

Jakarta – Bermodus menangkap kurir narkoba untuk membuka jaringan, oknum polisi Bripka AM (37), justru kedapatan menjadi bandar pemasok barang haram tersebut.

Polisi yang bertugas sebagai penyidik di Direktorat Narkotika, Polda Kalimantan Timur ini menerima jaringan pemasok narkoba dari Aceh dan Medan melalui kurir tersebut. Sebagai imbalannya, kurir perempuan berinisial T itu dibebaskan dari jeratan hukum.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Deddy Fauzi Elhakim mengatakan, kasus ini bermula dari penangkapan dua kurir yakni B (37) dan J (37) yang membawa shabu dari Medan ke Balikpapan melalui Bandara Sepinggan, Balikpapan. Saat berada di bandara, keduanya dijemput seorang pria berinisial S (26).

“Dari situ petugas kita sudah memantau, mereka kemudian diamankan dengan barang bukti satu kilogram shabu,” ujar Deddy di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (23/11).

Berdasarkan pengakuan B dan J, mereka mendapatkan upah Rp 20 juta setiap satu kali transaksi. Dikatakan Deddy, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran pada pelaku yang menyuruh B dan J. Sementara S bertugas sebagai kurir pengantar paket shabu tersebut. Ia mengaku dikendalikan AM dan bertugas mengambil paket shabu dua kali dalam sebulan.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan memburu AM yang menginap di sebuah hotel di Jalan Jenderal Suprapto, Balikpapan pada 17 November lalu. Penangkapan AM ini berawal dari MD (24) yang berada di basement hotel dengan membawa 141 butir ekstasi. Barang haram tersebut rencananya akan diberikan pada AM.

“Modusnya AM sempat berpura-pura sebagai bandar untuk menangkap pelaku. Padahal memang dia sendiri yang menjadi bandar,” tuturnya.

Deddy menambahkan, sejak menjalankan bisnis haramnya pada 2010, AM telah memiliki empat rumah, dua tanah kavling, dan satu indekos yang tengah dibangun.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan penjara seumur hidup.(BeritaSatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *