Berita Nasional

BNN: Produksi Narkoba di Indonesia Berganti Sistem

Kuta – Hasil analisis Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan sistem produksi narkotika di Indonesia telah mengalami perubahan dari sistem produksi pabrik menjadi produksi rumahan yang terkenal dengan istilah “Kitchen Lab”.

Perubahan sistem ini terlihat dari hasil penggrebekan terhadap beberapa tempat produksi narkotika yang rata-rata merupakan rumah pribadi maupun kamar sebuah apartemen dengan pekerja antara 3-5 orang.

Kepada NapzaIndonesia.com, Kepala Pusat Penegakan Hukum BNN Arief Sumarwoto, saat ditemui di Kuta, Senin (5/10) siang menyebutkan produksi narkotika dengan sistem “Kitchen lab” kini telah mulai merebak di tanah air, termasuk kemungkinan di daerah-daerah terpencil.

Dimana sebuah “Kitchen lab” mampu memproduksi ratusan narkotika dalam satu hari dengan target pasar lokal dan tidak tertutup kemungkinan perdagangan antar provinsi.

“Kalau kitchen lab. kan kecil-kecil umpamanya ekstasi sehari seratus atau dua ratus, tapi kalau kitchen lab.nya banyak akan besar juga. Tapi itulah modus operasinya sekarang” kata Arief Sumarwoto.

Kepala Pusat Penegakan Hukum BNN Arief Sumarwoto menyebutkan hingga akhir tahun lalu jumlah pemakai narkotika di Indonesia mencapai 3,6 juta orang.

Selain itu dari seluruh jumlah narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan di Indonesia hampir 70  persen merupakan tahanan dan narapidana kasus narkotika dan 50 persen dari jumlah tersebut merupakan pemakai atau korban.(Mul)