Advokasi Berita Nasional Kebijakan Nasional

BNN: Pengguna NAPZA di Indonesia Capai Angka 5 Juta Jiwa

BNN

Pamekasan – Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (9/4) menyebutkan sedikitnya lima juta warga Indonesia dari berbagai usia dan kalangan terdata sebagai pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

“Dari jumlah ini sepertiga diantaranya sudah terjangkit HIV/AIDS akibat sering berganti jarum suntik dan seks bebas,” ungkap Andi Prawira, Penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Andi Prawira mengemukakan hal itu dalam sosialisasi bahaya penggunaan obat terlarang di Islamic Centre Pamekasan yang juga dihadiri Wagub Saifullah Yusuf.

“Dari kalangan remaja, jumlah pecandu narkota tercatat 1,5 juta. Bagi kami ini bukan persoalan besar lagi, tapi sudah menjadi bencana besar bagi anak bangsa di negeri ini,” kata Andi Prawira.

Menurut Andi, dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia, DKI Jakarta tercatat sebagai daerah terbanyak masyarakatnya yang mengkonsumsi NAPZA, kemudian disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Ini kalau soal narkoba. Tapi kalau HIV/AIDS, Jawa Timur menempati urutan kedua setelah DKI Jakarta dengan hal jumlah penderitanya,” terang Andi.

Khusus untuk penderita HIV/AIDS yang merupakan dampak lanjutan dari mengkonsumsi NAPZA 65 persen merupakan kaum pria dan 57 persen diantaranya merupakan pria pengusaha muda.

Menurut Andi Prawira, pemerintah perlu memperhatikan hal ini dengan lebih memperbanyak lagi perhatian terhadap permasalahan kasus NAPZA dan penularan HIV/AIDS tersebut.

“Salah satunya yang bisa dilakukan dengan mengoptimalkan peran serta masyarakat untuk melakukan cegah dini,” kata Andi Prawira yang juga pengurus Yayasan Pondok Kasih di Surabaya itu.

Andi Prawira mengemukakan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan guna mencegah maraknya peredaran narkoba, yakni pencegahan dengan cara melakukan sosialisasi secara intensif akan bahaya penyalahgunaan NAPZA dan penindakan bagi yang terbukti menjadi pengedar dan pengguna.

“Yang ketiga adalah rehabilitasi dan pendampingan,” katanya.

Menurut Andi Prawira, rehabilitasi kepada pengguna NAPZA penting dilakukan mengingat pengguna NAPZA sebenarnya merupakan korban.

“Jika hanya penindakan dilakukan, tanpa adanya upaya rehabilitasi, maka setelah yang bersangkutan bebas dari penjara, akan kembali melakukan kebiasaannya mengonsumsi narkoba,” katanya.(Ant/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *