Berita Daerah Berita Nasional Riset

BNN: Pengguna Napza Dari Kalangan Pelajar Capai 4,7 Persen

Medan – Berdasarkan hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat 4,7 persen dari jumlah pelajar dan mahasiswa di Indonesia adalah pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza). Jumlah tersebut mencapai 921.695 orang.

“Angka tersebut cukup tinggi, dan hal ini tidak bisa terus dibiarkan, melainkan harus secepatnya dicegah untuk menyelamatkan generasi muda dari kehancuran,” ungkap H Hamdani Harahap, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Sumatera Utara.

Hamdani mengatakan, apabila masalah peredaran napza di kalangan pelajar dan mahasiswa tidak segera ditanggulangi oleh pihak-pihak terkait maka dimungkinkan jumlahnya akan bertambah banyak.

Arifin Sianipar, Kabid Pembinaan dan Pencegahan Badan Narkotika Provinsi Sumatera Utara menyatakan, 61 persen dari 921.695 orang tersebut menggunakan napza jenis analgesik dan 39 persen menggunakan ganja, amphetamine, ekstasi dan lem.

Menurut Arifin, berdasarkan data Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), jumlah pengguna napza yang menjalankan terapi dan rehabilitasi adalah 17.734 orang pada tahun 2010.

Jumlah pengguna napza terbanyak pada usia 20 hingga 34 tahun. Jenis napza yang paling banyak digunakan oleh pengguna napza yang mendapatkan terapi dan rehabilitasi adalah jenis heroin sebanyak 10.768 orang, ganja 1.774 orang dan shabu-shabu sebanyak 984 orang. Selebihnya menggunakan alkohol, MDMA, amphetamine lain serta benzodiazepine. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *