Berita Nasional Data Kebijakan Nasional Kegiatan

BNN: Ada Enam Sindikat Pengedar Narkoba di Indonesia

BNN
BNN

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat enam sindikat pengedar narkoba yang kerap beraksi.

Menurut Direktorat Hukum BNN, Supardi, keenam sindikat tersebut berasal dari beberapa negara, di samping sindikat di dalam negeri sendiri. Mereka berasal dari West Africa (Nigeria, Afghanistan, dan Pakistan), Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Iran, dan lokal (Indonesia).

“Kejahatan Nigeria sudah merambah ke 87 negara, modusnya mengendalikan operasional dari dalam Lapas sehingga tidak pernah tertangkap,” ujarnya dalam diskusi panel kelompok ahli BNN bertema Kejahatan Narkotika Merupakan Kejahatan Luar Biasa di Gedung Dewan Pers, Rabu (11/11).

Sementara untuk sindikat Iran, terdapat satu pentolannya yang bernama Abbas Rasul yang memiliki 2.000 laboratorium ilegal. Mereka juga menjadikan 173 wanita Indonesia sebagai kurir. Apalagi harga shabu per satu kilogram disana mencapai Rp 50 juta, sedangkan di Indonesia bisa mencapai Rp 1,5 miliar per kilogram.

“Mereka kawin siri. Minimal tiga tahun untuk mengelabui wanita-wanita itu, setelah dapat akan ditinggalkan. Andai lima orang, satu tertangkap, empat orang akan lolos sehingga mereka masih untung terus,” katanya.

BNN juga telah berhasil mengungkap aliran dana sindikat-sindikat tersebut sehingga beberapa diantaranya ada yang berhasil ditangkap. Kendati demikian untuk sindikat Nigeria pihaknya kerap kesulitan mengungkap identitas karena sebelum masuk ke Indonesia mereka melancong ke negara lain dahulu seperti Malaysia dan Thailand, kemudian membuang identitasnya di sana, baru kemudian ke Indonesia.

“Jadi, BNN selama ini kalau menangkap tidak pernah dapat identitas mereka sedikit pun. Kejahatan narkotika ini simbiosis mutualisme. Para bandar juga tidak segan-segan menyewa pengacara top. Narkotika ini kejahatan lintas negara. Narkoba ini penjajah tanpa wajah, tidak kenal usia, oknum BNN juga ada,” katanya.(Suara Pembaruan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *