Peristiwa

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai 7 Milyar Rupiah

bend iranTuban – Tim gabungan Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai dan Direktorat Narkoba Polda Bali, berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu senilai Rp 7 miliar. Adapun modus penyelundupan sabu-sabu ini ditelan di dalam perut para pelaku warga negara Iran.

Seperti yang diberitakan Selebzone.com, penangkapan ketujuh pelaku ini terjadi Rabu (9/12) sekitar pukul 18.30 Wita. Awalnya petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai curiga terhadap salah satu penumpang bernama Daryoush Omidali yang gelagatnya menunjukkan hal yang aneh.

Pasalnya penumpang pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR-624 yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, ini tidak bisa berbahasa Inggris, dan Indonesia.

“Dia sendirian, passportnya juga baru, tidak membawa banyak barang, dan perutnya terlihat buncit sekali,” kata Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, Bambang Wahyudi, Kamis (10/12).

Akhirnya petugas memutuskan untuk memeriksakan yang bersangkutan di Rumah Sakit Internasional BIMC, Jalan By-pass Ngurah Rai Denpasar.

“Setelah diperiksa melalui proses scanning, di dalam perutnya terlihat ada ratusan kapsul seperti kepompong,” tambahnya.

Akhirnya petugas Bea Cukai bandara Ngurah Rai pun berkoordinasi dengan Ditnarkoba Polda Bali, diketahui ternyata ada pelaku lain yang sudah lolos dari pemeriksaan bandara.

“Ada enam warga Iran lainnya yang sudah menginap di sebuah hotel,” tambah Dirnarkoba Polda Bali, Kombes Kokot Indarko, saat ditemui di kantor Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Diketahui ternyata enam pelaku asal Iran yang semuanya laki-laki berada di Hotel Simpang Inn, Legian, Kuta.

Mereka sebelumnya satu pesawat dengan pelaku pertama, para pelaku itu adalah Mehdl Alinejadgolestan, Bahman Mirzaei, Mohsen Muhammadiargasl, Alireza Safarkhanloo, Masoud Soltaninabizadeh dan Saeid Soltaninabizadeh. ketujuh tersangka ini berusia antara 20 hingga 40 tahun.

“Jadi total semuanya ada tujuh orang asal Iran,” terang Kokot Indarto didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar.

Keenam pelaku yang satu jaringan ini menginap di kamar Nomor 292, 293 dan 389, bahkan di tempat tersebut petugas sempat menemukan beberapa butiran kapsul yang sudah dikeluarkan.

Nah usai ditangkap, para pelaku itu kemudian dibawa ke Mapolda Bali untuk mengeluarkan ratusan tablet yang ada di dalam perut mereka.

“Setelah kita keluarkan, semuanya ada sekitar 371 kapsul, dengan berat diperkirakan 3 kilogram dengan nilai sekitar Rp Rp 7 miliar,” urainya.(SIP)