Berita Berita Internasional

Bea Cukai Hong Kong Sita 290 Kg Kokain Dalam Kontainer Tujuan China

Kokain Sitaan

Hong Kong – Kantor Bea Cukai Hong Kong mengumumkan pada Rabu (19/1) bahwa mereka telah menyita kokain bermutu tinggi seberat 290.3 kg yang tersembunyi dalam dua kontainer pengiriman.

Dua kontainer tersebut baru tiba dari Chile dan dijadwalkan untuk pengiriman ke China daratan. Fakta ini memperkuat gambaran para ahli bahwa China mengalami masalah yang terus berkembang terkait penggunaan rekreasional narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain (NAPZA).

China telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mencegah heroin memasuki negara itu dari Myanmar ke arah selatan, dan kadang-kadang melalui rute langsung dari Pakistan dan Afghanistan di barat daya. Namun para ahli mengatakan bahwa NAPZA jenis lain menjadi masalah juga, walaupun hingga kini baru terkumpul bukti-bukti terbatas adanya pengiriman NAPZA dalam jumlah besar dari Amerika Selatan.

“Ada banyak orang kaya, khususnya di Guangzhou, Shanghai dan Beijing, dan penggunaan NAPZA telah meningkat,” kata Stephen G. Vickers, seorang mantan pejabat tinggi  kepolisian Hong Kong yang kini mengetuai FTI-International Risk, sebuah perusahaan konsultan di Hong Kong. “Adanya sitaan NAPZA bukan suatu kejutan, tetapi jumlahnya memang mengagetkan.”

Menurut petugas bea cukai, kokain tiba dalam kontainer berlabel “produk kerajinan kayu”. Menggunakan jasa anjing pelacak dan pemindai sinar X, pihak berwenang, yang sudah lebih waspada dengan kargo dari Amerika Selatan menemukan kokain dalam 88 rongga di papan kayu. Menurut para pejabat Bea Cukai Hong Kong, nilai eceran dari kokain tersebut diperkirakan sebesar 33 juta dolar AS.

NAPZA tersebut telah ditemukan sejak 29 Desember, tetapi tidak ada penangkapan lanjutan yang dilakukan baik di Hong Kong atau di China daratan.

John Lee, Kepala Biro Investigasi NAPZA Kantor Bea Cukai di Hong Kong, mengatakan bahwa stafnya akan terus bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait NAPZA di China daratan dan institusi penegak hukum di negara-negara lain.

China mengurung pecandu NAPZA di pusat-pusat rehabilitasi.Human Rights Watch mengecam keras kondisi pusat-pusat rehabilitasi tersebut dalam laporan yang diterbitkan setahun lalu.

Temuan kokain ini adalah sitaan terbesar Kantor Bea Cukai Hong Kong, tetapi bukan sitaan terbesar di Hong Kong. April lalu, polisi menemukan 820 pounds kokain yang tidak jelas asal usulnya di atap sebuah rumah tiga lantai di pinggiran kota.(nyt/ys)