Berita Nasional Peristiwa

BC Perak Gagalkan Penyelundupan Shabu-shabu 1,6 Kilogram

Bea dan Cukai
Bea dan Cukai

Surabaya – Aparat Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan shabu-shabu seberat 1,6 kilogram atau setara dengan Rp2 miliar melalui jasa pengiriman barang titipan atau paket kiriman.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya Ircham Habib, di Surabaya, Kamis, mengatakan, barang tersebut diselundupkan dengan cara dimasukkan ke dalam pegangan tas koper.

“Modus yang digunakan yaitu memasukkan shabu-shabu tersebut di dalam gagang koper yang terbuat dari besi dengan harapan bisa mengelabui petugas,” katanya.

Habib juga menjelaskan bahwa penangkapan tersebut bermula dari “profiling” dan kecurigaan petugas bea cukai yang melakukan pemeriksaan mendalam atas paket kiriman dari Hong Kong yang dikirim melalui perusahaan jasa titipan dengan alamat penerima paket di Bandung.

“Pada saat pemeriksaan awal, kedapatan paket tersebut berisi lima buah ‘travel bag’, dua tas sekolah anak-anak, satu set pisau dan beberapa bungkus makanan ringan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan kecurigaan pada lima buah ‘travel bag’, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dan hasilnya ditemukan kemasan plastik berisi kristal bening di dalam gagang travel bag tersebut.

“Kemudian barang tersebut dilakukan pengujian menggunakan narkotest dan hasilnya adalah terbukti positif ‘methamphetamine’ atau shabu-shabu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Andi Loediyanto mengatakan, setelah ditemukan shabu-shabu, anggota kemudian melakukan penyamaran untuk mengungkap pelaku pengiriman narkoba tersebut.

“Akhirnya anggota berhasil mengamankan dua orang laki-laki warga negara Indonesia berinisial VN dan AH serta seorang perempuan warga negara Indonesia bernisial NN yang juga merupakan ibu dari VN,” katanya.

Ia mengatakan, anggota juga mendapatkan data jika ada seorang warga negara Nigeria berinisial VTM yang saat ini sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakat Nusa Kambangan yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.(Ant)