Berita Internasional

AS Ekstradisi Noriega ke Perancis

Miami – Mantan pemimpin Panama Manuel Noriega diekstradisi ke Perancis setelah menjalani masa tahanan selama 17 tahun di AS karena penjualan obat terlarang.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton telah menandatangi surat garansi yang mengizinkan proses ekstradisi bisa diteruskan.

Pejabat Perancis kemudian mengonfirmasikan kalau ekstradisi telah dilaksanakan.

Perancis mengadili Noriega dalam sidang in absentia pada tahun 1999 dengan tuduhan pencucian uang melalui Bank di Perancis, meski dikatakan dia akan di ajukan ke pengadilan baru.

Manuel Noriega menginginkan agar dia dikirim kembali ke Panama setelah di penjara oleh AS selama 17 tahun, tapi di bulan April sebuah keputusan pengadilan AS menyatakan dia bisa diekstradisi ke Perancis.

‘Penerbangan semalam’

Sebuah rekaman gambar yang ditayangkan oleh media AS menunjukan Noriega dibawa dalam sebuah mobil van ke bandara Miami.

Salah satu kuasa hukum Noriega dari Perancis, Yves Leberquier, mengatakan dia akan menempuh penerbangan semalam ke Paris.

Siapa Manuel Noriega

  • Terpilih secara de facto memimpin Panama di tahun 1983, sekaligus mengepalai pasukan keamanan
  • Sempat menjadi sekutu utama Washington di Amerika Latin
  • AS kemudian menuduhnya melakukan penjualan obat gelap dan kecurangan pemilu
  • Menyerah ketika pasukan AS menyerang Panama di tahun 1990 dan dibawa ke AS
  • Juga menghadapi tuntutan penjara 20 tahun di Panama

“Saat dia tiba dia akan diserahkan ke penuntut dan diberikan surat penahanan”, kata Leberquier.

“Setelah itu, dalam satu waktu di Selasa, Noriega akan dihadirkan ke hadapan hakim di Paris yang akan dinilai apakah dia mendapatkan penangguhan penahanan atau tidak.”

Di Paris, juru bicara kementerian kehakiman Prancis Guillaume Didier mengatakan Perancis telah diberitahu soal ekstradisi sejak dua pekan lalu.

Sebuah pengadilan di AS mendakwa Noriega dengan tuduhan pencucian uang melalui penjualan obat gelap di tahun 1990 dan divonis 30 tahun, tapi kemudian dikurangi menjadi 17 tahun karena berperilaku baik.

Penuntut Perancis mengatakan Noriega mencuci sekitar 3 juta dolar AS dalam perdagangan obat gelap dengan membeli sebuah properti mewah di Paris.

Kuasa hukum Noriega menentang keputusan ekstradisi ini dengan mengatakan sesuai hukum internasional dia semestinya dipulangkan ke Panama.

Dia sempat dianggap sebagai tahanan perang di AS karena ditangkap ketika pasukan AS menginvasi Panama pada tahun 1989.

Noriega menyelesaikan masa tahanan di AS tiga tahun lalu tapi diharuskan untuk tetap tinggal di penjara Florida ketika mengajukan banding atas proses ekstradisi.(BBC)