Berita Berita Selebriti

Anna Nicole Smith Dituding Terlibat Konspirasi Dengan Dokter dan Pengacara

foto: AP
foto: AP

Dalam lanjutan sidang kasus kematian Anna Nicole Smith, jaksa memposisikan almarhumah model terkenal tersebut sebagai orang yang terlibat konspirasi.

Anna dianggap berperan dalam konspirasi menekan dua orang dokter dan kekasihnya yang berprofesi sebagai pengacara untuk menyediakan obat dalam jumlah berlebih untuknya.

Pada argumen penutup Senin (4/20), Wakil Jaksa Kota David Barkhurst menggambarkan Anna sebagai pecandu yang terobsesi menggunakan berbagai jenis obat. Gambaran David menafikan pembelaan bahwa Anna adalah seorang yang mengalami sakit fisik dan emosional saat ia mulai menggunakan Metadon, Vicodin dan Dilaudid.

Saksi-saksi menyatakan Anna menderita sindrom nyeri kronis, gangguan listrik pada otak, migrain, nyeri syaraf tulang belakang, keretakan tulang rusuk dan beberapa penyakit lain. Tetapi David menganggap semua klaim penyakit itu adalah alasan Anna untuk mendapatkan obat-obatan.

“Anna memerlukan Metadon karena ia kecanduan Metadon,” demikian tegas David.

Wakil Jaksa Kota Renee Rose memulai argumennya sebelum sidang ditunda Senin lalu dan dilanjutkan hari Selasa (5/10). Ia berkata ia mungkin akan menghabiskan seharian untuk menyelesaikan argumennya, tetapi Hakim Pengadilan Tinggi Robert Perry menyarankan pembatasan pembicaraan. Setelah David menghabiskan hampir 3 jam dalam argumennya, hakim kuatir para juri akan kelelahan.

Tiga pengacara mengatakan mereka membutuhkan enam jam untuk menyampaikan pembelaan, sebelum tiba giliran para juri untuk menilai.

David mengantisipasi argumen pembelaan yang diajukan para pengacara tentang betapa Anna mengalami nyeri hebat setelah kelahiran anak perempuannya, Dannielynn, lewat operasi Caesar. Anna juga mengalami depresi mendalam pasca kematian anak lelakinya, Daniel, di sebuah kamar rumah sakit di Bahama tempat Anna dirawat 3 hari setelah operasi Caesar. Daniel meninggal karena overdosis.

Dokter Sandeep Kapoor, Kristine Eroshevich dan Howard K. Stern digambarkan oleh para pengacara sebagai orang-orang yang peduli dan mencoba menolong Anna dalam masa-masa sulit tersebut.

Jaksa David kembali mengeluarkan pernyataan tidak simpatik, ” Hidup terus berjalan. Tiap hari orang menjalani operasi Caesar. Dan sudah biasa orang mengalami kehilangan.”.

Hakim Perry mengatakan pada juri bahwa seseorang yang menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan nyeri, tidak dapat digolongkan sebagai pecandu.

Perry menyatakan kemudian, ia tak meragukan bahwa Anna sangat kecewa akan kematian putranya, tetapi hal ini tidak lantas menjadi permakluman bagi dr. Kapoor meresepkan Metadon atau bagi dr. Eroshevich melakukan perjalanan untuk mengantar obat untuk Anna.

Hakim Perry menyatakan, seharusnya Anna didampingi oleh dokter-dokter rumah sakit di Bahama tersebut.(abc/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *