Berita Nasional Peristiwa

Anaknya Dipaksa Akui Barang Bukti Ganja, Seorang Bapak Demo

Polri

Semarang – Seorang bapak duduk sambil membawa poster didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah bersama istri dan kedua anaknya untuk memprotes proses hukum yang kini tengah dijalani salah satu anaknya, SD (24).

Kasdi, warga Sayung, Demak ini datang untuk meminta keadilan atas kasus yang menimpa anaknya, SD, yang kini menjalani hukuman lima tahun penjara atas kasus ganja. Kasdi menduga SD ditahan karena dijebak polisi dengan tuduhan mengedarkan ganja.

Kasdi menceritakan bahwa pada 12 Desember tahun lalu, anaknya dihubungi dua orang yang diketahuinya merupakan polisi dari Semarang, Afianto dan Triono. Saat itu mereka bertemu di SPBU Genuk kemudian SD disuruh untuk membelikan ganja.

Belakangan diketahui Kasdi bahwa polisi yang memberikan uang dan meminta membeli ganja itu dari Satuan Sabhara. Ia heran mengapa hanya anaknya yang ditangkap dan diproses hukum.

“Pakai uang polisi itu. Tapi polisi itu tak mau menerima, sehingga anak saya membuang ganja itu,” ungkapnya seperti diberitakan Tempo.co.

Beberapa menit kemudian datang polisi lain yang lalu memangkap SD dengan barang bukti yang ditunjukkan oleh Afiyanto. Kasdi juga menceritakan bahwa anaknya disiksa untuk mengakui kepemilikan ganja tersebut. Jempol kaki dan tangan anaknya ditindih dengan kaki meja hingga terluka.

Kasdi yang sehari-hari berprofesi sebagai penangkap ikan di rawa ini mengatakan bahwa ia sempat menjual rumah dan tanah seharga Rp9 juta untuk menyewa penasehat hukum, namun dalam proses sidang penasehat hukum ini tidak mengajukan banding atas vonis pengadilan.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Kota Besar Semarang Ajun Komisaris Besar Djoko Tjahyono kepada media mengatakan bahwa kasus tersebut diproses karena ada barang bukti.

“Sudah prosedural. Itu biasa, pembelaan dia. Padahal kan sudah divonis. Kalau merasa keberatan dengan vonis itu, jangan protes ke kami,” kata Djoko. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *