Peristiwa

Anak Punk Tewas Murni Karena “Over Dosis”

anak punkTasikmalaya – Penyidik Satuan Reskrim Polresta Tasikmalaya menyatakan tewasnya seorang komunitas anak punk sekaligus pengamen, Sabtu siang (28/8) murni karena “over dosis” setelah mengkonsumsi minuman keras oplosan serta obat destro.

“Dari hasil pemeriksaan medis korban tewas karena over dosis,” kata Kasat Reskrim, Polresta Tasikmalaya, AKP Anton Firmanto, kepada wartawan, Minggu.

Ia menjelaskan tidak ada unsur bekas penganiayaan pada korban, dan penyebab kematiannya dipastikan karena mengkonsumsi alkohol dan minum puluhan obat destro yang mudah dibeli di apotik.

Informasi dari rekan korban yang diminta keterangan oleh polisi, kata Anton diakui secara bersama-sama satu komunitas punk korban mengkonsumsi alkohol dicampur dengan minuman suplemen.

“Sebelumnya korban pun telah menelan puluhan pil destro sekitar 80 butir hingga lambung korban tidak kuat untuk menahan panasnya obat-obatan itu,” kata Anton.

Rekan korban yang minum bersama dengan korban setelah dilakukan pemeriksaan, kata Anton akhirnya dibebaskan karena tidak ada keterlibatan unsur kesengajaan yang menewaskan korban bernama Iyang (25).

Namun dilepasnya rekan korban, kata Anton pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terkait tewasnya seorang anak punk di trotoar samping mall Mayasari, Tasikmalaya.

“Jika hasil pemeriksaan kita, korban memang mengalami `over dosis` akibat obat,” tegasnya.

Sementara itu tewasnya seorang pengamen yang kesehariannya mangkal di depan mall Mayasari setiap menjelang sore atau malam selalu tampak bergerombol dengan sesama rekan satu komunitas anak punk dengan penampilan pakaian unik dan rambut berwarna.

Korban meninggal memiliki gambar tato di sekujur tubuhnya serta rambut di cat warna merah dengan potongan rambut model komunitas anak punk.

Sementara itu korban tewas langsung dibawa ke rumah sakit umum Tasikmalaya. Sedangkan peristiwa tewasnya anak punk di Kota Tasikmalaya merupakan kedua kalinya terjadi di tempat sama pada Kamis (26/8).(Ant/AM)