Berita Berita Internasional Riset

Amfetamin Yang Diresepkan Diduga Meningkatkan Risiko Penyakit Parkinson

Dexedrine Foto: drugs expert

Oakland – Mengkonsumsi amfetamin resep dokter dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson dikemudian hari, demikian temuan baru para peneliti.

Tetapi, para peneliti menekankan bahwa studi tersebut tidak menunjukkan sebuah hubungan sebab akibat, serta masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Stephen K. Van Den Eeden, salah satu peneliti yang merupakan investigator senior pada Divisi Riset Kaiser Permanente Northern California di Oakland mengatakan bahwa 60% dari orang yang pernah menggunakan Benzedrine atau Dexedrine satu saat dalam hidup mereka cenderung berkesempatan lebih besar untuk mengalami kerusakan syaraf dibanding orang yang tidak pernah menggunakan obat-obatan tersebut.

“Kita tahu ada risiko-risiko tertentu dalam penggunaan amfetamin,”cetus Van Den Eeden. “Satu kecurigaan pada masalah ini belum terbukti, tetapi kita perlu mengukur untung rugi penggunaan amfetamin yang diresepkan, serta mengetahui risiko potensialnya.”

Amfetamin mempengaruhi pelepasan dan penyerapan dopamin, pemancara syaraf penting yang berperan dalam pembentukan penyakit Parkinson, demikian latar belakang dalam penelitian.

Amfetamin sering diresepkan untuk perawatan penyakit hiperaktif (ADHD), cedera otak, dan penyakit tidur kronis yang sering disebut narkolepsi. Amfetamin juga rutin diresepkan untuk menurunkan berat badan ketika penelitian pertama kali dilakukan.

Antara 1964 dan 1973, 66.348 responden penelitian telah menjawab dua pertanyaan terkait amfetamin: yang pertama menanyakan apakah responden pernah mengkonsumsi obat penurun berat badan secara umum, sedang pertanyaan kedua menanyakan kegunaan Benzedrine dan Dexedrine secara khusus.

Setelah 1995, para peneliti menindaklanjuti penelitian pada responden yang sama dan menemukan bahwa 1.154 responden telah didiagnosa menderita Parkinson. Periode penelitian lanjutan berkisar antara 38.8 tahun. Pada responden yang menyatakan telah mengkonsumsi Benzedrine atau Dexedrine menunjukkan peningkatan risiko menderita Parkinson, sementara kelompok yang menyatakan mengkonsumsi obat penurun berat badan secara umum tidak menunjukkan risiko menderita Parkinson.

Dr. Stacy Horn, asisten profesor di klinik neurologi Parkinson’s Disease & Movement Disorders Center di University of Pennsylvania-Philadelphia menerangkan bahwa pasien dan dokter menyadari bahwa dalam pemberian resep amfetamin harus diperhatikan faktor risiko dan keuntungan.

“Kita perlu memastikan sebuah pengetahuan,” tegas HOrn. “Ada kebutuhan untuk meningkatkan surveilans. Kita harus mengamati pasien yang mengalami adiksi, dan melihat apakah ada peningkatan risiko pada populasi tersebut.”

Horn juga menekankan bahwa para peneliti masih belum memahami faktor-faktor yang mungkin menerangkan perkembangan penyakit Parkinson, walaupun penelitian sebelumnya telah menyebutkan kemungkinan kaitan dengan toksin di lingkungan.

“Masalahnya, peneliti masih belum mengetahui apakah ini merupakan korelasi langsung atau ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.” imbuh Horn.

Penelitian ini dipublikasikan pada 19 Februari dan dijadwalkan untuk dipresentasikan bulan April nanti pada pertemuan tahunan Akademi Neurologi Amerika di Honolulu.(hldy/prc)