Hukum

Aktivis NAPZA Diancam Empat Tahun Penjara

PN Denpasar

Denpasar – Rin Rin Marliani (34), salah seorang pegiat di LSM NAPZA di Denpasar, Bali, Selasa (3/5) diancam hukuman empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Ari Dewanto dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar.

“Sesuai pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 terdakwa dapat diancam hukuman minimal 4 tahun penjara,” ujar JPU Ari Dewanto saat membacakan surat dakwaan di hadapan Majelis Hakim Jhon Hutauruk.

Terdakwa sebelumnya ditangkap polisi pada Selasa (25/1) ditempat kosnya Jalan Pulau Bungin No. 90 A, Denpasar. Terdakwa ditangkap berawal dari penangkapan saksi Ni Ketut Sulandari, yang merupakan terdakwa dalam berkas terpisah.

Saat itu, petugas polisi menemukan telepon genggam milik Sulandari yang berisi pesan singkat. Dalam pesan tersebut Sulandari meminta Rin Rin agar membelikannya paket shabu di Jalan Demak No. III.

Dari pengakuan Sulandari kepada polisi, barang tersebut rencananya akan digunakan bersama-sama dengan Rin rin.

Namun sebelum melakukan penangkapan terhadap Rin Rin, polisi terlebih dahulu menjebak terdakwa Rin Rin dengan cara berpura-pura memesan shabu-shabu.

Sesampainya di kamar kos Rin Rin, petugas langsung menyerahkan uang sebesar Rp650 ribu, dan terdakwa pun menyerahkan satu paket shabu-shabu berbentuk kristal bening.

Sejak terjebak itulah, Rin Rin kemudian ditangkap petugas satnarkoba Polres Badung beserta barang bukti yang ditemukan di kamar kosnya yakni shabu-shabu 0,1 gram, dan alat isap (bong-red) yang saat itu ditemukan di atas lemari terdakwa.(Ant/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *