Kebijakan Kebijakan Global

Aktivis Kebijakan NAPZA Inggris Mengutuk Pemuatan Artikel Ian O’Doherty

Matthew Southwell

London – Aktivis dari beberapa organisasi kebijakan NAPZA di Inggris dan sekitarnya melayangkan surat protes kepada koran online The Irish Independent atas pemuatan artikel berjudul Sterilising junkies may seem harsh, but it does make sense pada Jumat (18/2).

Ian O’Doherty menuliskan artikel berisi kebencian pada kelompok pengguna NAPZA dengan menggunakan istilah junkie.  Sementara pada kelompok pengguna NAPZA, panggilan junkie adalah sebuah penghinaan sama seperti panggilan nigger pada masyarakat berkulit hitam.

Pernyataan Doherty yang menyatakan kebenciaan tersebut tidak seharusnya dipublikasikan oleh media umum. Hal ini menunjukkan kurangnya kontrol editorial dan pandangan etik secara menyeluruh dari The Independent Irish, demikian diungkapkan Matthew Southwell dari West Country Respect dalam surat protesnya kepada the Independent Irish.

Southwell menyayangkan sikap The Independent Irish yang membiarkan pemuatan pernyataan Doherty seperti: “…bila para pengguna NAPZA itu mati semua besok, saya akan sangat bergembira.”

Pemuatan ini melanggar pasal 8 Kode Etik Pers Inggris tentang Prasangka, yang melarang pers untuk mempublikasikan muatan berisi atau yang dapat menyebabkan serangan langsung, memicu kebencian pada individu atau kelompok berbasiskan ras, agama, kebangsaan, warna kulit, suku, negara asal, gender, orientasi seksual, status pernikahan, cacat tubuh, penyakit, atau umur.

Surat Southwell juga berlaku sebagai protes resmi kepada Press Complaints Council. Southwell menuntut perhatian penuh dan permintaan maaf dari media bersangkutan.

Surat protes serupa juga dilayangkan International Harm Reduction Association (IHRA), dan Irish Needle Exchange Forum (INEF).(prc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *