Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

ACMD Rekomendasikan Pengawasan Ketat Terhadap Penggunaan Tramadol

London – Pengawasan lebih ketat perlu diberlakukan pada obat pereda nyeri Tramadol, demikian pernyataan the Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD), badan resmi penasehat napza di Inggris. ACMD mengungkapkan fakta peningkatan angka kematian karena penggunaan obat-obatan psikoaktif.

Tramadol adalah opiat sintetik yang biasa digunakan untuk mengatasi nyeri karena kanker dan masalah-masalah muskuloskeletal.
Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan akan memperhatikan rekomendasi ACMD.

Kepala ACMD, Profesor Les Iversen menganjurkan agar Tramadol digolongkan ke dalam napza kelas C, dengan sanksi hukuman sampai dengan 2 tahun penjara untuk kepemilikan dan 14 tahun penjara untuk pengedaran.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kementerian Sekretaris Negara dan Kementerian Kesehatan minggu lalu, Iversen menyebutkan angka kematian karena penyalahgunaan Tramadol mencapai 154 orang pada 2011. Angka ini meningkat dari 87 kematian pada 2009 dan 83 kematian pada 2008.

Tramadol bisa didapatkan di Inggris dengan resep dokter. Tetapi seringkali terjadi kematian karena penyalahgunaan.

Overdosis Tramadol mengakibatkan percepatan detak jantung, tekanan darah meninggi, muntah dan kejang. Dapat juga terjadi pelepasan serotonin dalam jumlah berlebih di otak, yang dapat berakibat fatal.

Penelitian ACMD tentang bahaya penggunaan non medis Tramadol didorong oleh meningkatnya laporan ke National Health Service  tentang penyalahgunaan Tramadol serta bahaya yang menyertainya.

Juru bicara Kementerian Dalam negeri menyatakan penghargaan atas rekomendasi ACMD mengenai Tramadol, dan akan merespon secepatnya. (BBC/YS)