Advokasi Berita Nasional Kebijakan Daerah

57 Warga Binaan Narkotika Sultra Diusulkan Jalani Rehabilitasi

Kendari – Sebanyak 57 orang warga binaan kasus tindak pidana narkoba di Sulawesi Tenggara diusulkan menjalani rehabilitasi dan tidak lagi menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.

“Kita harapkan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dapat mengabulkan usulan itu, sehingga 57 napi narkoba itu segera menjalani rehabilitasi mental,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum-HAM Sultra, Ilham Jaya di Kendari, Selasa.

Menurut dia, warga binaan narkoba yang diusulkan menjalani rehabilitasi mental tersebut adalah warga binaan yang berkategori pemakai. Sedangkan mereka yang berkategori sebagai bandar narkoba akan tetap menjalani masa hukuman di dalam Lapas dan Rutan.

“Kita hanya mengeluarkan napi kasus narkoba dari Lapas dan menjalani rehabilitas mental di panti rehabilitasi bila yang bersangkutan hanya sebagai pemakai,” katanya.

Ia mengatakan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan 17 Agustus 2015, Kanwil Kemenkum-HAM Sultra mengusulkan 72 orang warga binaan narkoba untuk mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.

Para warga binaan narkoba yang diusulkan memperoleh remisi khusus HUT Kemerdekaan RI tersebut tersebar di dua Lapas dan empat Rutan se-Sultra.

“Di Lapas Klas II A Kendari sebanyak 56 orang, Lapas Kelas IIA Baubau lima orang, Rutan Klas IIA Kendari satu orang dan Rutan Klas IIB Kolaka enam orang,” katanya.

Selain itu warga binaan narkoba yang diusulkan memperoleh remisi HUT Kemerdekaan tersebut juga ada di Rutan Klas IIB Raha sebanyak dua orang, dan Rutan Klas IIB Unaaha dua orang.

“Pemberian remisi khusus HUT Proklamaksi Kemerdekaan bagi napi tindak pidana narkoba itu, masih diproses di Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta,” katanya.

Jika usulan remisi tersebut dikabulkan kata dia, maka 72 napi narkoba itu akan mendapat pengurangan masa hukuman antara dua bulan hingga lima bulan. “Besarnya remisi yang diusulkan, tergantung dari lamanya nara pidana menjalami masa hukuman,” katanya.(AntaraNews.com)