5.000 Akademisi Disinyalir Terlibat Narkoba

BNN
Medan – Kalangan kampus yang pada umumnya warga masyarakat yang terdidik pun bisa terlibat dalam narkoba. Diperkirakan sekitar 5.000 kalangan perguruan tinggi di tanah air terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Bahkan, kalangan kampus yang umumnya warga terdidik pun bisa terjerumus dalam narkoba,” kata Arifin Sianipar, Kabid Pembinaan dan pencegahan BNP Sumut.
Arifin menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung keberadaan mahasiswa untuk menjadi kader antinarkoba di kalangan perguruan tinggi, karena dirasa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba belakangan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.
Direktur Advokasi BNN Bigjen Pol Anang Iskandar menyampaikan bahwa kasus yang paling banyak terjadi di Jakarta, diikuti Yogyakarta dan Sumatera Utara.
“Jenis narkobanya pun macam-macam. Namun yang paling banyak digunakan adalah shabu, ekstasi dan ganja,” tutur Anang kepada Kompas.
Hal tersebut disampaikan dalam di acara Advokasi Pembentukan Kader Penyuluh Antinarkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi di Medan, Selasa (27/7), yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi yang mengikuti pendidikan kader antinarkoba tersebut.
Perguruan tinggi yang menghadiri antara lain Institut Teknologi Medan, Universitas Darma Agung, Univesitas Amir Hamzah, Universitas Medan Area, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Helvetia, Akademi Perawatan (Akper) Sari Mutiara, Akademi Kebidanan (Akbid) Sari Mutiara dan Akbid Nusantara 2000, Universitas HKBP Nommensen, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen “Sukma”, Akademi Manajemen dan Informatika Komputer (AMIK) Stikom, Akbid Sehat, Akbid Budi Mulia, serta Akbid Imelda.(Komp/AM)


