Berita Nasional Peristiwa

29 Terpidana Mati Kasus NAPZA Menunggu Eksekusi

penjara
Jeruji *ist

Tangerang – Sekitar 29 terpidana mati kasus NAPZA, menanti pelaksanaan eksekusi atas diri mereka. Sebelumnya jumlah ini mencapai 32 terpidana. Dari jumlah itu ada 2 orang yang sudah meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) karena HIV/AIDS.

“Keduanya terpidana yang meninggal dunia ini terdiri satu perempuan warga Indonesia (WNI) dan satu lagi adalah laki-laki Warga Negara Asing (WNA). Sementara satu perempuan lagi terpidana mati WN Thailand, Nonthanam Saichon hukumannya diubah menjadi seumur hidup di tingkat Mahkamah Agung,” jelas Kepala seksi pidana umum (Kasi Pidum) Kejari Tangerang, M.Irfan Jaya

“Jadi hingga sekarang ini tinggal 29 orang terpidana mati,”jelasnya sambil menyebutkan sebagian dari mereka orang asing WN Nigeria, Meksiko dan Prancis.

Adapun tertundanya eksekusi mati atas 29 orang terpidana kasus NAPZA ini dikarenakan putusan yang dianggap belum sah (inkrag).

Pihak Kejari Tangerang, selaku eksekutor mengungkapkan siap melaksanakan tugas eksekusi terpidana mati setelah mendapat perintah langsung dari Jaksa Agung. Karena proses eksekusi menurutnya tidak mudah dan harus memperhatikan hak terpidana.

“Bila semua hak-haknya sudah diberikan, hak grasi kepada presiden atau mengajukan peninjauan kembali (PK), dan tetap dihukum mati ya harus segera dieksekusi,” jelas Irfan Jaya.

Terpidana mati yang tidak dieksekusi selama 2 tahun setelah putusan, bisa mengajukan upaya hukum lagi, apakah grasi atau PK, kata Jaksa Agung Hendarman Supanji,SH saat mengunjungi Kejari Tangerang beberapa waktu lalu.

“Jadi yang putusannya sudah inkrag yang segera dieksekusi, jangan lewat dua tahun,” lanjutnya.

29 terpidana mati kasus narkoba tersebut kini ditahan di LP kelas 1A Dewasa Tangerang, LP Pemuda dan LP Wanita. Apabila ada petugas kejaksaan yang masuk ke LP, terpidana mati itu merasa ketakutan karena khawatir mereka akan dieksekusi, kata petugas LP Wanita Tangerang.(PKT/AM)