200 Organisasi Internasional Serukan Perluasan Program Harm Reduction

June 6th, 2011

Harm Reduction International

New York – Sekitar 200 organisasi non pemerintah berskala internasinal mendukung Deklarasi Beirut tentang HIV dan Penggunaan NAPZA Suntik.

Gabungan organisasi ini menyerukan para pemimpin dunia untuk memperluas program penanganan dampak buruk NAPZA atau lebih dikenal dengan program Harm Reduction yang dirancang sebagai respon atas tingginya prevalensi infeksi HIV lewat penggunaan NAPZA yang disuntikkan.

Deklarasi yang digulirkan oleh Harm Reduction International (dahulu International Harm Reduction Association) adalah sebuah seruan global pada para pemimpin dunia yang akan menghadiri UN General Assembly High Level Meeting on HIV/AIDS atau Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang HIV/AIDS yang akan digelar pada 8-10 Juni 2011 di New York.

Selama 30 tahun epidemi AIDS berlangsung, penggunaan NAPZA yang disuntikkan menjadi penyumbang terbesar yaitu sebesar 80% infeksi HIV baru di Eropa Timur, Asia Tengah dan sebagian negara di Asia Tenggara.Di Rusia, dalam 10 tahun terakhir, infeksi HIV baru telah meningkat 10 kali lipat; dari 100 ribu menuju angka 1 juta infeksi HIV. 80% orang yang terinfeksi HIV di Rusia berumur dibawah 30 tahun.

Deklarasi Beirut tentang HIV dan Penggunaan NAPZA Suntik, diluncurkan pada April 2011 di Konferensi Internasional Pengurangan Dampak Buruk NAPZA Lebanon, Beirut. Deklarasi Beirut menyerukan implementasi, perluasan dan pendanaan program Harm Reduction yang telah terbukti keberhasilannya, seperti program layanan jarum suntik steril dan terapi substitusi opiat, baik di kalangan komunitas pengguna NAPZA maupun di penjara.

Deklarasi Beirut telah digunakan oleh jurnal internasional The Lancet Journal sebagai dokumen kunci untuk diajukan sebagai masukan pada penentu kebijakan di Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang HIV/AIDS yang akan dibuka lusa.

Deklarasi ini juga didukung oleh Michel Kazatchkine, Direktur Eksekutif the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF ATM), International Council of AIDS Service Organizations (ICASO), International AIDS Society (IAS), Global Bussiness Coalition on HIV/AIDS, Tuberculosis and Malaria, the America Foundation for AIDS Research (amFAR), Medicins du Monde, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, International Network of People who Use Drugs (INPUD), Global Network of People Living with HIV/AIDS (GNP+), Canadian HIV/AIDS Legal Network, International HIV/AIDS Alliance, Open Society Foundations, Catholic Overseas Development Agency (CAFOD), Save the Children UK dan berbagai organisasi pemerhati isu AIDS lainnya.

Rick Lines, Direktur Eksekutif Harm Reduction International menggarisbawahi, “Seruan ini sederhana, mari lakukan aksi, atau biarkan orang-orang mati karena HIV/AIDS. (YS)

Komentar

Iptek