Berita Internasional Kebijakan Global Kegiatan

1500 Advokat Reformasi Kebijakan Napza Hadiri Konferensi Internasional di Washington DC

Arlington, Va – Para advokat reformasi kebijakan napza, ahli kesehatan dan perawatan napza, pejabat pemerintah, penegak hukum, pelajar, dan para mantan narapidana dari berbagai belahan dunia berkumpul di Crystal Gateway Marriott Hotel, Arlington Virginia untuk menghadiri International Drug Policy Reform Conference.

Konferensi yang akan berlangsung selama 4 hari ini akan dibuka pada 19 November pukul 9.30 pagi waktu setempat. Konferensi dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 30 negara. Drug Policy Alliance, sebuah organisasi terkemuka yang berfokus pada reformasi kebijakan napza di AS, menjadi tuan rumah konferensi dua tahunan ini.

Pada Rabu (18/11), Drug Policy Alliance bertemu dengan Kongres AS untuk mendesak para pemangku kebijakan meloloskan rancangan undang-undang yang memudahkan negara bagian mengubah undang-undang ganja masing-masing, mengurangi hukuman bagi individu-individu yang divonis kurungan dalam kasus napza non-kekerasan, serta mendorong ketersediaan layanan pencegahan dan penanganan overdosis. Ada lebih dari 200 orang dari 25 negara bagian yang bergabung dalam Federal Lobby Day ini.

Pada acara pembukaan pagi ini, dua orang penerima grasi dari Presiden Clinton dan Obama akan berbagi cerita tentang tahun-tahun yang mereka lalui dalam penjara. Para advokat reformasi kebijakan menyerukan agar pemberian grasi massal dapat segera diberlakukan dalam pemerintahan Presiden Obama melalui perubahan dalam undang-undang federal.

Pemenjaraan atas tindak pidana napza telah membawa Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak memenjarakan warga negaranya sendiri. Pemidanaan atas penggunaan dan kepemilikan napza yang terjadi di seluruh dunia selama puluhan tahun, tidak mampu mengurangi dampak buruk napza. Karenanya, para advokat yang berkumpul di Washington D.C. sepakat untuk mendorong kebijakan napza alternatif.

Konferensi akan menyelenggarakan tiga sesi besar, empat pemutaran film dokumenter, tur ke Museum Drug Enforcement Agency (DEA), serta tur keliling Washington D.C. Untuk mengikuti informasi mengenai konferensi di media sosial, panitia menggunakan tagar #ReformConf15 (Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *